Jumat, 13 Desember 2013

Vitasol Oral

VITA-SOL
(Suplemen multi vitamin berdaya potensial tinggi)

DESKRIPSI
Vitasol merupakan multivitamin larut air yang membantu memenuhi kebutuhan asupan vitamin yang baik untuk pertumbuhan dan nutrisi semua jenis burung

KANDUNGAN
Vit A 315000IU, VIT D3 67500 IU, Thiamin 31.5mg, Riboflavin 42mg, B6 33mg, Niacin 232.5mg, d-pantothenic acid 63mg, Choline 63mg

INDIKASI
Membantu pertumbuhan dan perkembangan burung
Memenuhi kebutuhan vitamin pada burung
Memenuhi kebutuhan nutrisi pada semua jenis burung

DOSIS & CARA PAKAI
Kocok pelan-pelan, Kemudian teteskan 1 tetes kedalam air minum atau dicampur dipakan.
Berikan sekali setiap hari.

KEMASAN
29 ml

Estron Oral

Estron Oral
( Hormon Stimulan Birahi dan Ovulasi )


KOMPOSISI
Tiap ml mengandung:
Hormon Estrogen ( Ethinil Estradiol) 4000 IU

INDIKASI:
Untuk merangsang birahi dan Ovulasi pada burung betina

DOSIS
Untuk semua jenis burung: 1-2 tetes/ 100 gr Berat Badan
Diteteskan pada kloaka/anus

KEMASAN
3 ml

Avitest Oral

AVITEST
(Hormon Burung Jantan)

KOMPOSISI
Hormon Testosteron 10 mg/ml

INDIKASI
- Merangsang burung jantan agar berkicau
- Merangsang birahi atau libido burung pejantan

DOSIS
Burung kecil : 2 ml/ 30 gram berat badan
Burung besar : 3 ml/100 gram berat badan
Diberikan 1 minggu sekali lewat mulut atau kloaka

KEMASAN
3 ml
http://onlineshop24jam.blogspot.com

Vitobel C3R

VITOBEL C3R
(UNTUK KEBUTUHAN SUARA DAN STAMINA BURUNG)

KOMPOSISI
Testosteron PROPIONATE 5 gr
Dicalsium phosphate 5 gr
VIT A, D3, E, K3, B, B2, B6, B 12, C, D
Calsium D
Biotin
Folic Acid
Niacin

INDIKASI
1. Menjadikan burung gacor / rajin bunyi
2. Meningkatkan daya tarung / stamina
3. Meningkatkan kinerja lagu buurng muda
4. Mengatasi hilangnya berkicau setelah molting/mabung
5. Pilihan terbaik untuk burung kontes

DOSISI DAN CARA PAKAI
Campurkan 1/4 sendok Teh kedalam air minum,
Diberikan 3 hari sebelum kontes.

NETTO
20 gram

Vitobel E4

VITOBEL E4
(UNTUK KEBUTUHAN REPRODUKSI/BETERNAK)


KOMPOSISI
Vitamin A, D3, E
Dicalsium phosphate
Methocel

INDIKASI
1. Meningkatkan birahi pada burung jantan
2. Meningkatkan kualitas sel embrio telur burung betina
3. Membantu menyuburkan hormon jantan dan betina
4. Mengatasi burung betina sulit bertelur
5. Pilihan tepat untuk para peternak burung

CARA PAKAI
Diberikan 3 tetes per 30 ml air minum burung,
Berikan 5 hari berturut-turut menjelang ternak

KEMASAN
20 ml

Minggu, 13 Oktober 2013

Siklus Birahi (Estrus) Pada Hewan

SIKLUS BIRAHI (ESTRUS) PADA HEWAN

Istilah Birahi (Estrus) diartikan sebagai suatu periode secara psikologis maupun fisiologis pada hewan betina yang bersedia menerima pejantan untuk kopulasi. Masa Birahi terjadi pada masa folikuler (pembentukkan folikel), banyaknya bakal sel telur yang mengakibatkan kadar hormon estrogen yang tinggi.
Pada umumnya kita dapat mengamati tanda-tanda fisiknya sebagai berikut:
- Betina sering gelisah
- Nafsu makan berkurang, atau bahkan tidak nafsu makan sama sekali
- Betina menghampiri pejantan dan tidak lari bila pejantan menungganginya.
- Bentuk vagina yang bengkak, agak lembap dan merah tua karena banyaknya aliran darah. 
Pengamatan birahi pada ternak yang repat dapat dilakukan dua kali, yaitu pada pagi hari dan sore. 
(Salisbury dan Vandenmark, 1978)

Siklus birahi pada setiap hewan berbeda antara satu sama lain tergantung dari bangsa, umur, dan spesies (Partodiharjo, 1992). Interval antara timbulnya satu periode birahi ke permulaan periode berikutnya disebut sebagai suatu siklus berahi.
Siklus estrus dibagi menjadi 4 fase atau periode yaitu:
1. Proestrus
Proestrus adalah fase sebelum estrus yaitu periode pada saat folikel de graaf tumbuh di bawah pengaruh FSH dan menghasilkan sejumlah estradiol yang semakin bertambah (Marawali, dkk, 2001). Estradiol meningkatkan jumlah suplai darah ke saluran alat kelamin dan meningkatkan perkembangan estrus, vagina, tuba fallopi, folikel ovarium (Toelihere, 1985).
2. Estrus
Estrus merupakan periode seksual yang sangat jelas yang disebabkan oleh tingginya level estradiol, folikel de Graaf membesar dan menjadi matang, uterus berkontraksi dan ovum mengalami perubahan kearah pematangan
3. Metestrus
Metestrus adalah periode dimana korpus luteum bertambah cepat dari sel-sel graulose folikel yang telah pecah dibawah pengaruh Luteinizing hormone (LH) dari adenohyphophysa
4. Diestrus 
Diestrus adalah periode terakhir dan terlama pada siklus berahi, korpus luteum menjadi matang dan pengaruh progesteron terhadap saluran reproduksi menjadi nyata.
(Diambil dari berbagai sumber)